You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan Tirtorahayu

Kap. Galur, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Info

WAKIL BUPATI KUNJUNGI POSKO PPKM MIKRO


WAKIL BUPATI KUNJUNGI POSKO PPKM MIKRO

Tirtorahayu -- Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana, meninjau Posko Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kalurahan Tirtorahayu, Kapanewon Galur pada Senin siang (1/3/2021). Kegiatan peninjauan tersebut didampingi oleh Satpol PP Kulon Progo.

Kegiatan peninjauan ini dilakukan untuk mengawasi kapanewon-kapanewon di Kabupaten Kulon Progo yang masih memiliki kasus Covid-19. Posko PPKM Mikro menjadi pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian dan evaluasi penanganan Covid-19 yang ada di Kabupaten Kulon Progo.

Fajar Gegana mengatakan bahwa Posko PPKM Mikro ini miliki empat aspek penting, yaitu Pencegahan, Penanganan, Pembinaan, dan Pendukung. Fajar Gegana menambahkan bahwa pelaksanaan posko ini dilakukan secara komprehensif dan berbasis masyarakat. “Posko PPKM Mikro ini dilaksanakan dengan pendekatan, kesepakatan, komunitas gotong royong, kompak dan adaptif,” tambahnya.

“Di Kulon Progo ini ada 88 posko PPKM skala mikro. Kami berharap petugas melakukan pemantauan kegiatan masyarakat selama pemberlakuan PPKM berbasis mikro. Upaya pendampingan dan edukasi dari desa diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk senantiasa disiplin dalam menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19,” kata Fajar.

Ia mengatakan diberlakukannya PPKM berbasis mikro sebenarnya ditujukan untuk mencegah penularan COVID-19, bahkan hingga menjadi klaster. Namun, pada PPKM berbasis mikro, jumlah pasien terkonfirmasi tetap tinggi.

"Kami mengimbau kepada lurah secara ketugasan ada sebuah pendampingan maupun edukasi kepada masyarakat melalui posko PPKM mikro di tiap kalurahan,” katanya.

Dalam kunjungannya tersebut, Wakil Bupati menerima laporan Ketua Satgas Covid-19 Kalurahan, Prapta Legawa, bahwa satgas kalurahan selalu mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menerapkan perilaku 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Jika memang tidak ada keperluan mendesak, sebisa mungkin jangan keluar. Kalaupun terpaksa harus keluar rumah, tetap harus pakai masker, jaga jarak, menghindari kerumunan, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” imbuhnya. (rh.)

Bagikan artikel ini: